Showing posts with label tanpa telur. Show all posts
Showing posts with label tanpa telur. Show all posts

Sunday, 21 April 2013

Talam Lapis Roti Tawar

Assalamualaykum


Apa kabar semua ?? Lama ya saya nggak update blog. Hampir 3 minggu meliburkan diri dari bikin snack dan motret. Sengaja libur ya ?? Iya, emang sengaja karena kebetulan badan kurang sehat.
Sehari setelah posting Sate Usus, saya makan gorengan plus cabe. Udah deh kumat maagnya (bandel). Padahal saya udah dilarang keras makan cabe kok ya nekat, nggak tahan liat bakwan dan segambreng cabe rawit. Keesokan harinya langsung mual sampai 3-4 hari lamanya. Kalo udah berasa mual gitu, duuuuhhh sengsara banget rasanya. Makan dan minum nggak bisa. Ujung-ujungnya lemas banget ni badan. Sempat deh terucap, setelah sembuh nanti nggak akan makan cabe lagi. Tapi lidah tak bertulang, ketika kemarin dapat nasi kenduri dari tetangga dan ada urap, saya nekat nyomot bumbu urapnya yang pedes. Comot sedikit sih. Tapi berulang ulang. Kalo ditotal ada 1 sdm kali, hahahahaaaa....(dassar mencla-mencle). Alhamdulillah sampai detik ini lambung saya anteng dan dingin. Semoga saja bisa kuat ngadepin rayuan berupa makanan yang pedes-pedes, aamiin....

Dan setelah merasa sehat, tadi pagi saya bikin snack ini. Nyontek dari blognya Zila Norazila. Ngiler liat picnya. Kombinasi warna kuenya juga cantik, coklat dan orange. Seperti biasa resepnya dimodif dikit supaya lebih praktis. Maaf ya Zila, jika resepnya diubah sedikit sesuai seleraku. Resep ini menggunakan loyang bulat diameter 20cm yang telah dialasi alumunium foil dan dioles minyak goreng. Jika tidak ada alu foil bisa menggunakan plastik tebal tahan panas. Proses pembuatannya cukup mudah, hanya diblender saja supaya irit cucian, hehe...Dan satu lagi, resep ini nggak pake telur lho (ini mah favorit banget, hihi...). Setelah matang dan dicicip, rasanya mrip dengan kue lapis beras tapi lebih padat. Hal ini karena penggunaan roti tawar yang ada dalam resepnya. Santan yang dipake pun santan segar yang telah direbus dulu supaya tidak mudah basi.

Setelah jadi dan ingin dipotret, barulah bingung cari tempat untuk motret karena hujan dan mendung gelap sekali. Terpaksa motret di ruang tamu yang sumber cahayanya kurang bagus (terlalu keras karena harus buka pintu) menurut saya.

Bahan :
800 ml santan dari 1 butir kelapa parut
2 lbr daun pandan
2 lbr daun jeruk
8 lembar roti tawar tanpa kulit, sobek kecil kecil
100 gr gula pasir
100 gr tepung beras
75 gr tepung tapioka/kanji/aci
1/2 sdt garam
1/2 sdt pasta pandan
1/2 sdt pasta coklat
1/2 sdt pasta orange

Cara membuat :
1. Rebus santan, daun pandan dan daun jeruk sambil diaduk-aduk sampai mendidih supaya santan tidak pecah. Dinginkan, buang daun pandan dan daun jeruknya.
2. Alasi loyang bulat diameter 20cm dengan alu foil dan olesi sedikit minyak goreng. Panaskan kukusan.
3. Rendam roti tawar dan 200 ml santan, biarkan selama 10 menit sampai santan diserap oleh roti.
4. Masukkan ke dalam blender, disusul oleh gula pasir. Tambahkan sedikit santan supaya blender bisa berputar. Proses sampai halus.
5. Masukkan tepung beras, tepung tapioka dan garam. Tuangi sedikit santan kemudian proses sampai licin dan rata.
6. Setelah halus, tuangkan ke dalam wadah besar dan masukkan sisa santan, aduk rata.
7. Bagi adonan menjadi 3 bagian, beri pasta pandan, coklat dan orange.
8. Tuangkan 1/2 bagian adonan pandan, kukus sampai mengeras selama 10 menit. Tuangi adonan coklat, kukus lagi selama 10 menit. Tuangi adonan orange dan kukus selama 10 menit. Lakukan terus sampai adonan habis. Setelah lapisan paling atas dituang, kukus selama 15 menit.
9. Setelah matang, keluarkan dari kukusan dan dinginkan dahulu sebelum dipotong.



Friday, 29 March 2013

TAHU ACAR

Assalamualaykum


Untuk menemani siang yang panas, beberapa hari yang lalu saya bikin tahu acar. Ini adalah makanan selingan yang tidak bikin kenyang. Istilahnya buat iseng aja.
Kangen sama makanan ini karena rasanya yang manis sedikit gurih, asam dan segar. Makanan khas Solo ini disebut juga dengan Bakmi Acar karena pake mi (orang Solo kalo nyebut mi selalu dengan istilah bakmi). Tahu acar ini tergolong hidangan dingin jadi cocok dinikmati saat cuaca sedang terik. Isinya gampang banget cuma tahu goreng, mi, kol/kubis dan toge serta acar timun kemudian disiram kuah gula merah. Kuahnya mirip dengan kuah pempek tapi lebih ringan dan tanpa ebi. Disajikan dengan seledri cincang dan kacang tanah goreng, hmmm...syeger deh...Mi yang digunakan biasanya mi kuning basah, tapi karena kemarin nggak ketemu ya pake mi kering yang direbus dulu. Terkadang isinya pake tempe goreng tapi kemarin saya nggak pake. Tahu acar ini bisa disajikan pedas juga. Jadi sebelum piring diisi, uleg dulu cabenya langsung di atas piring. Setelah itu tata tahu dkk di atasnya dan diguyur kuah.

Bahan :
400 gr tahu, potong dadu
100 gr toge, seduh air panas
200 gr kol, iris tipis
300 gr mi basah kuning, seduh air panas (saya pake mi kering yang direbus)
cabe rawit secukupnya

Kuah :
500 ml air
4 siung bawang putih, haluskan
50 ml kecap
100 gr gula merah
2 sdm gula pasir
garam secukupnya
1 sdt cuka

Acar timun (rendam jadi satu dan diamkan 30 menit) :
1 bh timun potong tipis
100 ml air
1/4 sdt garam
1 sdt gula pasir
beberapa tetes cuka

Taburan :
seledri cincang
bawang goreng
kacang tanah goreng

Cara membuat :
1. Kuah : rebus jadi satu semua bahan, air, bawang putih, kecap, gula merah, gula pasir dan garam sampai mendidih. Masukkan cuka, cek rasanya. Matikan api, saring dan dinginkan.
2. Goreng tahu sampai setengah matang, angkat tiriskan.
3. Penyajian : dalam sebuah piring uleg cabe rawit sampai halus. Tata diatasnya tahu, mi, kol, toge dan acar timun. Guyur dengan kuahnya. Taburi dengan seledri cincang, bawang goreng dan kacang goreng. Sajikan.


Thursday, 14 March 2013

Cake Coklat Kukus Tanpa Telur

Assalamualaykum


Alhamdulillah akhirnya berhasil juga saya menaklukkan cake kukus tanpa telur. Resep ini adalah milik Dayang Jack. Tapi sudah tersebar luas di blog teman-teman Malaysia. Kemarin ketika saya buka linknya, ternyata tidak ada. Sepertinya sudah ditutup oleh pemiliknya. Akhirnya saya memakai resep dari Secubit Garam.

Ini keempat kalinya saya membuat kue ini. Percobaan pertama sampai ketiga sukses bantat. Awalnya saya tidak tau kesalahan saya dimana karena resep ini saya ikuti dengan hati-hati. Percobaan pertama gagal, saya cuek aja dan berpikir belum beruntung. Ntar lain waktu dicoba lagi. Percobaan kedua gagal kembali. Mulai deh rasanya terusik, karena cake ini gampang banget bikinnya. Dulu pernah bikin cake tanpa telur tapi dioven, langsung sukses tanpa bantat-bantatan segala. Percobaan ketiga, lha kok bantat lagi ! Sempat bingung dan agak sebel melihat hasil kuenya. Mana diledek hubby lagi. Katanya jago bikin kue kok bantat mulu. Waaaa....panaaaaaassss rasanya. Mulai deh berpikir dan menyelidiki kesalahan yang saya lakukan. Setelah saya baca resepnya, saya memperkirakan kesalahan ada pada takaran cairannya. Di resep disebutkan menggunakan cawan (cup) dan saya setarakan dengan 250ml per cup. Adonan yang dihasilkan memang encer sekali. Dan kemarin takaran cairan saya kurangi dari 250 ml menjadi 200 ml saja. Hasilnya, sukses....Memang ya, kalo baca resep yang menggunakan ukuran cup/cawan kadang bikin senewen (takut gagal) karena ukuran cup setiap negara bisa berbeda. Dengan cup yang sama pun jika dikonversikan ke gram bisa berbeda angkanya.

Resep kue ini menggunakan pengembang yang agak banyak karena tidak menggunakan telur. Sempat agak takut menggunakan pengembang yang rada banyak menurut ukuran saya. Akhirnya saya siasati untuk menggunakan baking powder double acting supaya irit bahan pengembang. Soda kuepun saya kurangi setengahnya. Kue yang dihasilkan tetap spongy, lembab dan legit. Makan kue inipun tidak saya kunyah. Setelah digigit langsung diemut aja, hmmmm....terasa legitnya....Apalagi jika sudah menginap semalam akan terasa lebih moist dan sedap.

Untuk Dayang Jack dan Kak Nor Secubit Garam, terimakasih tuk resepnya....

Resep di bawah ini sudah saya sesuaikan dengan selera saya ya....

Bahan :
75 gr coklat bubuk warna gelap
150 gr gula palem
100 ml susu kental manis putih/coklat
350 ml susu cair
100 ml minyak goreng
1/2 sdt vanili bubuk
secubit garam
125 gr tepung terigu
2 sdt baking powder (saya pake 1 sdt BP Double Acting)
1 sdt soda kue (saya pake 1/2 sdt soda kue)
1 sdm air cuka/air jeruk nipis/lemon

Cara membuat :
1. Dalam sebuah panci campur jadi satu coklat bubuk, gula palem, susu kental manis, susu cair, minyak goreng, vanili dan garam. Rebus menggunakan api kecil sampai gula larut, tidak perlu mendidih, asal gula sudah larut sudah cukup. Matikan api dan biarkan hangat/suam kuku.
2. Panaskan kukusan sampai airnya mendidih. Siapkan loyang bulat diameter 18 cm, alasi kertas roti dan olesi minyak goreng. Sisihkan.
3. Dalam sebuah baskom ayak terigu, baking powder dan soda kue sampai rata.
4. Tuangi larutan coklat hangat sambil diaduk menggunakan whisker sampai rata dan licin. Adonan jangan sampai berbutir-butir ya. Hasilnya adonan yang agak encer.
5. Masukkan cuka/air jeruk nipis. Adonan akan berbuih. Aduk cepat sampai rata.
6. Selagi berbuih, tuang ke dalam loyang. Kukus menggunakan api sedang selama 45-60 menit. Tutup loyang menggunakan alumunium foil atau alasi kukusan dengan serbet supaya tidak ketetesan uap air. Setelah matang, matikan apinya dan biarkan kue didalam loyang selama 10 menit. Keluarkan dari loyang dan dinginkan. Potong kue dan sajikan.





Tuesday, 15 January 2013

BAKPIA BASAH

Assalamualaykum


Pertama kali makan roti ini ketika saya tinggal di Bawen, sekitar 10-12 tahun yang lalu.
Karena waktu itu saya tinggal jauh dari kota, snack yang dijual di warung atau pasar terdekat juga sangat terbatas. Suatu ketika pas belanja sayur, pingin nyobain roti baru yang ada di warung dekat rumah. Setelah makan langsung suka. Roti ini mirip bakpia tapi kulitnya seperti kulit roti, lebih lembab dan tidak kering atau beremah. Isinya dari kacang ijo dan rasanya tidak terlalu manis. Anak saya doyan banget. Suatu hari tanpa sengaja ketemu dengan mas-mas yang biasa setor roti ini di warung-warung. Tanpa pikir panjang saya langsung beli 10 biji. Dan ludes dalam waktu sehari. Orang di rumah pada doyan banget ! Sejak itu roti kacang ijo ini jadi favorit di rumah. Dan saya juga sering borong roti ini dari supliernya. Sayang, "hubungan" saya dengan roti kacang ijo ini harus terputus ketika saya harus kembali ke Solo. Di Solo saya sudah berusaha mencari ke pasar-pasar tapi tidak ketemu. Akhirnya setelah sekian lama roti kacang ijo ini terlupakan.

Dan secara tidak sengaja ketika blog walking di blognya mbak Hesti ada resep Bakpia Basah. Setelah baca resepnya kayaknya  resep ini yang saya cari-cari. Tapi tidak kunjung praktek juga. Ketika salah satu grup dapur yang saya ikuti di fb mengadakan event, saya mengikutkan Bakpia Basah ini sebagai "peserta". Tidak menang memang (tapi tetap dapat hadiah hiburan lho.....). Tapi kenangan saya akan roti kacang ijo alias bakpia basah muncul lagi. Dan sebagai efek manisnya keluarga saya menuntut saya untuk membuatnya kembali. Dan 2 hari yang lalu saya membuat lagi. Dan ludes dalam waktu kurang dari 2 hari juga. Padahal banyak lho hasilnya. Dari 250 gr terigu bisa dihasilkan 30 biji bakpia basah. Dan bahan kulitnya ini tidak memakai telur.

Buat mb Hesti, makasih buanyak ya atas sharing resepnya. Enak. Orang rumah pada doyan buanget nih mbak, hehe....


Bahan isi :
125 gr kacang ijo
500 ml air
50 gr gula merah
25 gr gula pasir
1/2 sdt vanili bubuk ( 2 lbr daun pandan )
sejumput garam
2 sdm minyak goreng

Cara membuat :
1. Rebus air sampai mendidih, masukkan kacang ijo, matikan api. Biarkan semalam dalam kondisi panci tertutup. Keesokan harinya rebus kacang ijo sampai empuk tanpa mengganti airnya. Saring dan tiriskan.
2. Blender kacang ijo sampai halus. Tuang ke dalam wajan. Masukkan gula merah, gula pasir, vanili, dan garam. Masak sampai kering dan kalis. Matikan api.
3. Masukkan minyak goreng, aduk rata. Biarkan dingin. Setelah dingin bagi menjadi 30 bagian dan bulatkan.
Note : air sisa rebusan kacang ijo jangan dibuang ya. Selagi panas beri gula sesuai selera. Setelah hangat minum deh....hehe...lumayan dapat minuman bergizi. Insya Allah...

Kulit :
250 gr terigu protein sedang
3 sdm gula pasir
1/2 bks ragi instan
125-150 ml air hangat (penggunaan air tergantung kelembaban tepung)
2 sdm margarin
1/4 sdt garam halus

Cara membuat :
1. Dalam sebuah baskom masukkan terigu, gula pasir dan ragi instan, aduk rata. Masukkan air sambil diuleni sampai rata dan lembab. Masukkan margarin dan garam, uleni sampai kalis (tidak lengket ditangan).
2. Fermentasikan adonan di tempat hangat selama 45 menit. Siapkan loyang beroles margarin.
4. Kempiskan adonan dan bagi menjadi 30 bagian. Beri adonan dengan isi kacang ijo. Bulatkan dan pipihkan. Letakkan di atas loyang. Beri jarak diantaranya karena kue akan sedikit mengembang. Diamkan selama 15 menit.
5. Sementara itu panaskan oven dengan suhu 200 derajat C. Panggang selama 10 menit. Keluarkan dari oven, balik kuenya. Panggang lagi selama 5 menit. Angkat dan dinginkan.

Hasil : 30 buah



Tuesday, 30 October 2012

EGGLESS MARBLE CAKE

Assalamualaykum




Apa kabar semua ? Maaf ya kalo saya lama tidak mengudara di sini. Pasti sudah tidak sabar menunggu postingan saya yang terbaru. Sudah seminggu ini mood untuk ngeblog, bikin snack dan motret pada kabur semua.
Kalo mood sudah hilang, susah betul tuk mengembalikan ke kondisi semula. Tapi untunglah mood buat makan nggak ilang, hahaha...jadi biarpun nggak bikin snack saya tetap aja masak buat makan sehari-hari.

Ok, untuk entri kali ini saya bikin Eggless Marble Cake. Dapat resep dari blognya Sailu. Sudah yang kedua kalinya saya bikin kue ini. Cocok dengan hasilnya, sesuai selera gitu. Biarpun tanpa telur, hasilnya tetap enak, lembut dan moist. Nggak seret. Mirip buttercake tapi lebih ringan karena menggunakan minyak goreng saja tanpa mentega/margarin. Untuk bahannya ada yang saya ganti yaitu yoghurt. Yoghurt saya ganti dengan homemade buttermilk. Caranya 250 ml susu cair dicampur dengan 1 sdm air jeruk nipis atau cuka, diamkan 10 menit. Akan terjadi gumpalan dipermukaan susu. Nah buttermilkpun siap dipakai.

Sedang proses pembuatannya juga saya ubah sedikit. Ini bukan disengaja lho, tapi karena saya tidak membaca resep secara cermat. Udah pernah bikin kok ya masih salah juga. Seharusnya yoghurt dan gula pasir dikocok dahulu, tapi malah saya campur ke tepung terigu. Ya sudahlah akhirnya saya main cemplang-cemplung saja. Sempat khawatir bantat juga sih, tapi Alhamdulillah hasilnya malah menggembirakan. Penasaran bikin kue tanpa telur ? Yuk dicoba yuk...




Bahan :
250 ml susu cair
1 sdm air jeruk nipis/cuka
200 gr tepung terigu
1/2 sdt soda kue
1,5 sdt baking powder
125 gr gula pasir
1/2 sdt vanili bubuk
125 ml minyak goreng
1 sdm coklat bubuk
2-3 sdm air panas

Cara membuat :
1. Siapkan loyang tulban/ring diameter 18 cm, olesi margarin dan taburi terigu. Panaskan oven dengan suhu 200 derajat C.
2. Campur susu dan air jeruk nipis, biarkan 10 menit, sisihkan.
3. Sementara itu campur terigu, soda kue, baking powder, gula pasir dan vanili bubuk, aduk rata.
4. Masukkan buttermilk dan minyak goreng secara berselang-seling sambil diaduk menggunakan whisker sampai rata. Adonan yang terbentuk akan kental ya.
5. Dalam wadah lain campur coklat bubuk dan air panas sampai terbentuk seperti pasta. Beri 1/3 bagian adonan putih, aduk rata.
6. Tuang adonan putih ke dalam loyang. Tuangkan adonan coklat diatasnya secara acak. Bentuk pola marmer dengan menggunakan lidi/garpu.
7. Oven dengan suhu 200 derajat C selama 10 menit. Turunkan suhu oven seketika menjadi 180 derajat C. Lanjutkan memanggang selama 30 menit. Lakukan tes tusuk. Keluarkan cake dari oven.




Labels